Skip to main content

Ini Ninja Mata-Mata di Naruto dan Boruto yang Paling Jago!


Ini Ninja Mata-Mata di Naruto dan Boruto yang Paling Jago!
Salah satu tugas utama Ninja yang sebenarnya adalah memata-matai targetnya, mengetahui kekuatan musuh dan lain sebagainya. Ada beberapa Ninja mata-mata di Naruto yang sangat hebat untuk melakukan tugas tersebut.
Ninja itu memang seharusnya bertarung dalam diam alias menjadi mata-mata, masalahnya, hanya sedikit Ninja mata-mata di Naruto yang bekerja sesuai fungsinya.

Jiraiya
Hasil gambar untuk jiraiya
Salah satu keahlian Jiraiya adalah memata-matai, mulai dari memata-matai aktifias musuh, wilayah musuh, sampai pemandian wanita.
Kalau ditanya soal hobi, bahkan memata-matai pemandian wanita adalah hobi dari Jiraiya, dan terang-terangan dia mengucapkannya tanpa malu, lho.
Hebatnya sih, Jiraiya memiliki jaringan mata-mata dan anak buah mata-mata lainnya yang tersebar di lima desa besar, sehingga dia cepat mendapatkan informasi, seperti lokasi Tsunade dan lokasi Pain Akatsuki.

Kashin Koji

Gambar terkait
Bukan berarti penulis menyambung-nyambungkan Jiraiya dengan Kashin Koji, namun di chapter terbaru manga Boruto, Kashin Koji menunjukan kemampuan mata-matanya.
Pertama, dia bisa masuk ke desa Konoha tanpa terdeteksi. Sejauh ini yang bisa hanya dua jenis Ninja selain Konoha, yaitu mantan Ninja Konoha seperti Itachi, atau orang yang bisa memanipulasi Chakranya sehingga tidak terdeteksi.
Mana pun menurutmu yang paling mungkin, namun keduanya berguna untuk memata-matai. Selain itu, katak dari Kashin Koji juga bisa menjadi penglihatan baginya, seperti saat dia menemukan Kawaki di rumah Naruto, tanpa terdeteksi oleh Naruto sekalipun karena hanya katak saja, bukan dirinya.

Kabuto

Hasil gambar untuk kabuto
Kalau membahas Ninja mata-mata di Naruto, Kabuto tidak akan absen, karena dia bisa dibilang mata-mata pertama yang muncul dalam seri ini ketika Naruto kecil.
Dia bahkan sangat lihai, seperti bisa menjadi Ninja di desa Konoha, lalu beberapa saat kemudian pindah ke Suna, ke Iwa, ke Kiri, dan ke Kumo, tanpa diketahui jejaknya, bahkan termasuk memata-matai Akatsuki.
Semua itu berkat latihannya yang panjang dan rasa “tak memiliki” identitas diri, ciptaan Orochimaru. Untungnya sekarang dia sudah bertaubat.

Itachi

Gambar terkait
Itachi adalah double agent untuk Akatsuki dan Konoha. Dia bergabung dengan Akatsuki agar Sasuke tidak disentuh oleh Obito, di sisi lain, dia tetap memberikan informasi tentang Akatsuki untuk Konoha (terutama Hiruzen) karena dia masih melindungi Konoha plus adiknya.
Harus diakui, Itachi adalah salah satu mata-mata dan double agent yang hebat di Naruto.
Akatsuki tetap memberikannya informasi penting, yang akan ia teruskan ke Konoha. Jauh sebelum itu, ayahnya sendiri pernah memerintahkan Itachi masuk ke Anbu untuk menjadi mata-mata dan memberikan informasi untuk Uchiha, sehingga Itachi memang double agent sejak kecil.

Zetsu (Keduanya)

Hasil gambar untuk zetsu
Mau Zetsu Hitam, mau Zetsu Putih, keduanya sama, yaitu memiliki kemampuan memata-matai yang hebat.
Zetsu bisa merambat melalui tanah, dan bahkan mereka bisa berada dalam bagian alam tertentu (misal tanah atau pohon) tanpa terdeteksi.
Zetsu sendiri memang dijadikan pengumpul informasi cepat bagi Akatsuki pada masanya.





Comments

  1. Casino site review - LuckyClub
    The Casino has luckyclub a good reputation with slots, but they have a very bad reputation as a rogue-friendly site. Read our honest casino review to see what's

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

TINGKATAN THEORY KEPERAWATAN, (META-THEORY, GRAND-THEORY, MIDDLE RANGE TEORY, MICRO THEORY)

Struktur Hirarki Ilmu Keperawatan Struktur hirarki ilmu keperawatan dibedakan atas 5 komponen dari ilmu keperawatan menurut tingkat abstraksinya. Hirarki terdiri dari komponen-komponen yang bersifat menyeluruh di dalam namun juga menjadi bagian dari yang lebih besar tersebut. Pada kasus ini   keseluruhan yang terbesar adalah Ilmu Keperawatan. Dengan demikian, setiap komponen dari ilmu keperawatan adalah keseluruhan yang utuh tetapi juga bagian dari yang terbesar. Berdasarkan figure 1 di atas 5 komponen hirarki dari ilmu keperawatan adalah metaparadigma, filosofi, model konseptual, teori, dan indikator empiris.  Seperti pada  figur 1  di  atas diperlihatkan komponen yang  paling  abstrak adalah metaparadigma dan  yang paling  konkrit adalah indikator empiris. Metaparadigma Metaparadigma didefinisikan sebagai konsep global yang mengidentifikasi fenomena dari minat sentral dari suatu disiplin, dalil global yang menggambarkan konsep, dan dalil global yang menyatakan hubungan an

makalah penyakit DHF (Dengue haemoragic fever)

BAB I PENDAHULUAN 1.1   Latar Belakang Demam Berdarah Dengue (DBD) atau DHF (Dengue Haemoragic Fever) adalah penyakit yang disebabkan oleh virus dengue yang tergolong Arthropod-Borne Virus, genus Flavivirus, dan family Flaviviridae. DBD ditularkan melalui gigitan nyamuk dari genus Aedes, terutama Aedes aegypti (infodatin, 2016). Penyakit DBD dapat muncul sepanjang tahun dan dapat menyerang seluruh kelompok umur. Munculnya penyakit ini berkaitan dengan kondisi lingkungan dan perilaku masyarakat (Kemenkes RI, 2016). Menurut data WHO (2014) penyakit DBD pertama kali dilaporkan di Asia Tenggara pada tahun 1954 yaitu di Filipina, selanjutnya menyebar ke berbagai Negara. Sebelum tahun 1970, hanya 9 negara yang mengalami wabah DBD, namun sekarang DBD menjadi penyakit endemik pada lebih dari 100 negara, diantaranya adalah Afrika, Amerika, Mediterania Timur, Asia Tenggara dan Pasifik Barat memiliki angka tertinggi terjadinya kasus DBD. Jumlah kasus di Amerika, Asia Tenggara,dan Pasif

implementasi keperawatan, tahap-tahap implementasi keperawatan

BAB II PEMBAHASAN A.      PENGERTIAN IMPLEMENTASI KEPERAWATAN Implementasi merupakan komponen dari proses keperawatan, adalah kategori dari prilaku keperawatan di mana tindakan yang diperlukan untuk mencapai tujuan dan hasil yang diperkirakan dari asukahan keperawatan dilakukan dan diselesaikan. Dalam teori, implementasi dari rencana asuhan keperawatan mengikuti komponen perencanaan dari proses keperawatan. Namun demikian, dibanyak lingkungan keperawatan kesehatan, implementasi mungkin dimulai secara langsung setelah pengkajian. Sebagai contoh, implementasi segera diperlukan ketika perawat mengidentifikasi kebutuhan klien yang mendesak, dalam situasi seperti henti jantung, kemtian mendadak dari orang yang dicintai, atau kehilangan rumah akibat kebakaran. Implamentasi mencakup melakukan, membantu, atau mengarahkan kinerja aktivitas kehidupan sehari-hari, memberikan arahan perawatan untuk mencapai tujuan yang berpusat pada klien, menyelia dan mengevaluasi kerja anggota staf, da