Skip to main content

fungsi utama dari protein



Protein merupakan suatu senyawa organic komplek yang terdiri dari asam amino yang dihubungkan dengan ikatan peptide. Molekul ini berperan penting dalam pembentukan struktur, fungsi, regulasi sel-sel makhluk hidup dan virus. Tentu saja protein memiliki banyak fungsi dan manfaat juga bagi perkembangan tubuh kita.
Nah, kali ini kita akan membahas apa saja sih fungsi-fungsi protein bagi tubuh kita? Oke langsung saja

1.       Perbaikan dan pertumbuhan
Protein sering kali disebut dengan pondasi/ zat pembangunan dalam tubuh manusia. Bagaimana tidak? Protein lah yang berperan aktif dalam pemeliharaan jaringan tubuh, mulai dari rambut, kulit, otot, mata, dan lain sebagainya. Untuk itu, protein sangatlah dibutuhkan oleh anak-anak. Ibu-ibu hamil juga wajib mengonsumsi banyak protein agar janin yang dikandungnya dapat tumbuh sehat dan lahir sempurna.

2.       Sebagai pembentuk antibodi/ kebal
Zat protein dalam tubuh tentu tidak akan berdiam diri saja menyaksikan tubuh diserang oleh virus maupun bakteri. Protein inilah yang akan membantu sel antibody dalam tubuh untuk mengidentifikasi dan mengelilingi antigen (virus atau bakteri) agar tetap terkurung sampai pada akhirnya dibasmi oleh sel darah putih.

3.      Sebagai sumber energy
Tidak hanya karbohidrat, protein juga dapat digunakan sebagai sumber energi dalam tubuh manusia. Mengonsumsi makanan yang mengandung protein tinggi, dapat membantu manusia itu sendiri untuk merawat jaringan dan fungsi tubuh lainnya. Selain itu, protein berlebih pada tubuh akan dikonversi menjadi lemak dan menjadi sumber energi cadangan untuk tubuh.

4.      Membantu metabolisme tubuh
Salah satu fungsi protein adalah untuk membantu mengatur metabolisme pada tubuh. Protein digunakan untuk menyeimbangkan cairan dalam tubuh dengan asam basa sehingga akan menciptakan kestabilan PH cairan pada tubuh kita.

5.      Memfasilitasi reaksi kimia
Protein mampu mengikat hemoglobin dan mengangkut oksigen dari dalam darah. Proses yang biasanya terjadi adalah hemoglobin awalnya mengambil oksigen dari pari-paru, kemudian sel darah merah bergerak mengelilingi tubuh. Hemoglobin pula yang kemudian melepaskan oksigen ke sel jaringan tubuh manusia.

Nah, sekarang ketika kita telah mengetahui berbagai fungsi protein, tentu kita akan semakin aware untuk mengonsumsinya lebih. Makanan yang mengandung protein dapat ditemukan pada kacang-kacangan, seperti kacang kedelai, kacang hijau, kacang merah, kacang polong, kacang mete, dan lain-lain (ini merupakan protein nabati). Sedangkan protein hewani dapat ditemukan pada daging-dagingan (daging sapi, kambing, kerbau, ayam, bebek), segala jenis olahan susu (susu sapi, susu kambing), dan telur.

Jadi, jangan lupa untuk mengonsumsi banyak makanan yang mengandung protein ya. Semoga bermanfaat



Comments

Popular posts from this blog

TINGKATAN THEORY KEPERAWATAN, (META-THEORY, GRAND-THEORY, MIDDLE RANGE TEORY, MICRO THEORY)

Struktur Hirarki Ilmu Keperawatan Struktur hirarki ilmu keperawatan dibedakan atas 5 komponen dari ilmu keperawatan menurut tingkat abstraksinya. Hirarki terdiri dari komponen-komponen yang bersifat menyeluruh di dalam namun juga menjadi bagian dari yang lebih besar tersebut. Pada kasus ini   keseluruhan yang terbesar adalah Ilmu Keperawatan. Dengan demikian, setiap komponen dari ilmu keperawatan adalah keseluruhan yang utuh tetapi juga bagian dari yang terbesar. Berdasarkan figure 1 di atas 5 komponen hirarki dari ilmu keperawatan adalah metaparadigma, filosofi, model konseptual, teori, dan indikator empiris.  Seperti pada  figur 1  di  atas diperlihatkan komponen yang  paling  abstrak adalah metaparadigma dan  yang paling  konkrit adalah indikator empiris. Metaparadigma Metaparadigma didefinisikan sebagai konsep global yang mengidentifikasi fenomena dari minat sentral dari suatu disiplin, dalil global yang menggambarkan konsep, dan dalil global yang menyatakan hubungan an

makalah penyakit DHF (Dengue haemoragic fever)

BAB I PENDAHULUAN 1.1   Latar Belakang Demam Berdarah Dengue (DBD) atau DHF (Dengue Haemoragic Fever) adalah penyakit yang disebabkan oleh virus dengue yang tergolong Arthropod-Borne Virus, genus Flavivirus, dan family Flaviviridae. DBD ditularkan melalui gigitan nyamuk dari genus Aedes, terutama Aedes aegypti (infodatin, 2016). Penyakit DBD dapat muncul sepanjang tahun dan dapat menyerang seluruh kelompok umur. Munculnya penyakit ini berkaitan dengan kondisi lingkungan dan perilaku masyarakat (Kemenkes RI, 2016). Menurut data WHO (2014) penyakit DBD pertama kali dilaporkan di Asia Tenggara pada tahun 1954 yaitu di Filipina, selanjutnya menyebar ke berbagai Negara. Sebelum tahun 1970, hanya 9 negara yang mengalami wabah DBD, namun sekarang DBD menjadi penyakit endemik pada lebih dari 100 negara, diantaranya adalah Afrika, Amerika, Mediterania Timur, Asia Tenggara dan Pasifik Barat memiliki angka tertinggi terjadinya kasus DBD. Jumlah kasus di Amerika, Asia Tenggara,dan Pasif

implementasi keperawatan, tahap-tahap implementasi keperawatan

BAB II PEMBAHASAN A.      PENGERTIAN IMPLEMENTASI KEPERAWATAN Implementasi merupakan komponen dari proses keperawatan, adalah kategori dari prilaku keperawatan di mana tindakan yang diperlukan untuk mencapai tujuan dan hasil yang diperkirakan dari asukahan keperawatan dilakukan dan diselesaikan. Dalam teori, implementasi dari rencana asuhan keperawatan mengikuti komponen perencanaan dari proses keperawatan. Namun demikian, dibanyak lingkungan keperawatan kesehatan, implementasi mungkin dimulai secara langsung setelah pengkajian. Sebagai contoh, implementasi segera diperlukan ketika perawat mengidentifikasi kebutuhan klien yang mendesak, dalam situasi seperti henti jantung, kemtian mendadak dari orang yang dicintai, atau kehilangan rumah akibat kebakaran. Implamentasi mencakup melakukan, membantu, atau mengarahkan kinerja aktivitas kehidupan sehari-hari, memberikan arahan perawatan untuk mencapai tujuan yang berpusat pada klien, menyelia dan mengevaluasi kerja anggota staf, da