Skip to main content

TINGKATAN THEORY KEPERAWATAN, (META-THEORY, GRAND-THEORY, MIDDLE RANGE TEORY, MICRO THEORY)

Struktur Hirarki Ilmu Keperawatan

Struktur hirarki ilmu keperawatan dibedakan atas 5 komponen dari ilmu keperawatan menurut tingkat abstraksinya. Hirarki terdiri dari komponen-komponen yang bersifat menyeluruh di dalam namun juga menjadi bagian dari yang lebih besar tersebut. Pada kasus ini keseluruhan yang terbesar adalah Ilmu Keperawatan. Dengan demikian, setiap komponen dari ilmu keperawatan adalah keseluruhan yang utuh tetapi juga bagian dari yang terbesar.

Berdasarkan figure 1 di atas 5 komponen hirarki dari ilmu keperawatan adalah metaparadigma, filosofi, model konseptual, teori, dan indikator empiris. Seperti pada figur 1 di atasdiperlihatkan komponen yang paling abstrak adalah metaparadigma dan yang paling konkrit adalah indikator empiris.
Metaparadigma
Metaparadigma didefinisikan sebagai konsep global yang mengidentifikasi fenomena dari minat sentral dari suatu disiplin, dalil global yang menggambarkan konsep, dan dalil global yang menyatakan hubungan antara konsep. Konsep dan dalil dari metaparadigma merupakan suatu hal yang sangat abstrak dan tanpa memberikan arahan yang pasti pada aktivitas penelitian dan prakteknya. Sepertinya, fungsi suatu metaparadigma adalah mengidentifikasi materi dasar suatu disiplin. Materi dasar dari keperawatan meliputi manusia, lingkungan, kesehatan dan keperawatan.
Filosofi
Filosofi bisa didefinisikan sebagai pernyataan yang mencakup penegasan ontologis tentang suatu fenomena sentral dari suatu disiplin, penegasan epistemik tentang bagaimana fenomena ini diketahui dan penegasan ethical tentang apa penilaian dari anggota disiplin tersebut. Fungsi filosofis adalah mengkomunikasikan apakah anggota suatu disiplin meyakini itu benar berhubungan dengan fenomena yang diminati disiplin tersebut. Apakah mereka meyakini tentang bagaimana ilmu tentang fenomena ini sebaiknya dikembangkan dan apakah mereka menilai dengan menghargainya lewat tindakan dan prakteknya. Fungsi filosofis ini kadang-kadang diperkenalkan ke dalam bentuk pemikiran. Tiga pemikiran utama yang jelas sedang dalam perencanaan sarjana perawatan adalah pemikiran reaksi, interaksi pemikiran yang timbal-balik dan pemikiran tindakan simultan.
Model Konseptual
            Model konseptual didefiniskan sebagai sekumpulan dari abstrak relatif dan konsep umum yang ditujukan fenomena dari minat sentral dari suatu disiplin, dalil-dalil yang secara luas menggambarkan konsep tersebut, dan dalil-dalil yang dinyatakan secara relatif dan hubungan umum antara dua atau lebbih dari konsep. Fungsi setiap model konseptual adalah menyediakan suatu kerangka acuan yang khusus yang dikatakan kepada anggota suatu disiplin bagaimana mengamati dan menginterpretasikan fenomena dari minat disiplin. Meskipun, model konseptual menunjuk pada semua konsep yang mewakili materi pokok suatu disiplin, sebagaimana yang diidentifikasi pada metaparadigma, setiap konsep metaparadigma didefinisikan dan digambarkan dalam cara yang berbeda pada model konseptual yang berbeda.
Teori
            Teori didefinisikan sebagai satu atau lebih konsep secara relatif konkrit dan spesifik yang diperoleh dari model konseptual, dalil-dalil yang sedikit menggambarkan konsep tersebut, dan dalil-dalil yang menyatakan hubungan secara relatif konkrit dan spesifik antara 2 atau lebih dari konsep. Fungsi dari suatu teori adalah mempersempit dan lebih menspesifikkan fenomena yang dimuat dalam model konseptual dan menyediakn struktur yang secara konkrit dan spesifik untuk menginterpretasi perilaku, situasi dan kejadian yang membingungkan.
            Indikator Empiris
            Indikator empiris didefinisikan sebagai suatu yang sangat konkrit dan wakil dari dunia nyata yang spesifik atau pengganti konsep teori middle-range, sebuah instrumen aktual, kondisi eksperimental atau prosedur yang digunakan untuk mengamati atau mengukur konsep teori middle-range. Informasi diperoleh dari indikator empiris yang secara khas disebut dengan Data. Fungsi dari indikator empiris adalah menyediakan  pengertian oleh teori middle-range yang dihasilkan dan diuji. Indikator empiris adalah instrumen-instrumen yang menghasilkan data yang dapat disortir ke dalam kategori kualitatif atau dihitung sebagai nilai kuantitatif. Sebagai contoh, respon-respon pada jadwal wawancara yang dibuat pertanyaan open-ended dapat dianalisa pada kategori atau tema yang dihasilkan dan respon pada kuisioner yang dibuat item fixed-choice dapat diperlakukan pada kalkulasi matematikal yang menghasilkan nomor atau skor. Indikator empiris yang merupakan kondisi eksperimental atau prosedur yang dikatakan peneliti atau praktisi yang pasti dilakukan. Mereka merupakan protocol atau skrip yang mengarahkan tindakan dalam cara yang tepat. Indikator empiris, kemudian diperlukan dalam menghasilkan dan menguji teori middle-range.
Pengertian Model Konseptual dan Teori Keperawatan
Model konseptual
Model konseptual adalah sekumpulan ide yang menjelaskan dengan menggunakan visualisasi symbol (dapat berupa kata-kata baik secara lisan  maupun verbal, skematis atau kuantitatif) dan fisik.Model konseptual merupakan sekumpulan konsep dan dalil-dalil umum yang memberikan perspektif pada konsep utama dari metaparadigma, seperti orang, kesehatan dan lingkungan. Model konsep juga mencerminkan sekumpulan nilai dan keyakinan sebagai pernyataan filosofis dan juga pilihan pada pendekatan praktek dan penelitian (Parker, 2001).
Model konsep bersifat lebih sedikit abstrak dibanding dengan metaparadigma dan lebih abstrak dibanding dengan teori-teori, menawarkan petunjuk untuk mencoba keperawatan namun bukan arahan yang jelas. Model konseptual juga disebut dengan ”Kerangka Konseptual atau Sistem”.Tujuan tiap model konseptual adalah sebagai rujukan yang nyata bagi perawat untuk mengamati dan menafsirkan suatu fenomena. Contoh model konseptual antara lain Johnson's Behavioral System Model, King's Konseptual system, Levin's Conservation Model, Neuman's System Model, Orem's Self-care Frame Work, Rogers's Science Of Unitary Human Beings, dan Roy's Adaptation. Model konseptual keperawatan telah memperjelas spesifikasi area fenomena ilmu keperawatan yang melibatkan empat konsep yaitu ManusiaLingkunganKesehatan, dan Keperawatan.
Teori
Teori adalah kumpulan konsep-konsep, defenisi dan usulan yang memproyeksikan sebuah pandangan sistematis atas fenomena dengan merancang hubungan-hubungan khusus diantara konsep-konsep untuk keperluan penggambaran, penjelasan, perkiraan dan atau mengendalikan fenomena. Teori keperawatan merupakan pernyataan yang terorganisir dan sistematik dan berhubungan dengan pertanyaan didalam displin keperawatan. Menurut Power & Knapp (1995) dalam Sell & kalofissudis (2008), teori keperawatan adalah penyataan yang menjelaskan, menggambarkan atau memprediksi hubungan antar konsep yang sistematik dan terorganisir tentang beberapa fenomena. Profesi keperawatan mengenal empat tingkatan teori, yang terdiri dari meta theory, grand theory, middle range theory, dan practice theory.



  

a.    Meta-theory (level 4)
Meta-theory adalah tingkatan yang paling abstrak dari semua level teori. Isu dari teori ini berhubungan dengan mengarahkan pada pencarian jawaban dari sebuah pertanyaan ilmiah (Higgins& Moore, 2004). Meta-theory berhubungan dengan isu-isu ilmiah dan di kenal dengan filsafat ilmu, yang memfokuskan pada pengujian dari sebuah ilmu, proses dan hasil produknya. Teori ini menghasilkan dasar dari ilmu pengetahuan.
Teori ini mempunyai manfaat bagi ilmuwan dan praktisi keperawatan. Teori ini juga digunakan untuk menjawab pertanyaann yang tidak dapat dijawab oleh ilmu pengetahuan. Contoh pada kasus-kasus menjelang ajal dan kematian, studi ilmiah akan mencari jawaban tentang perubahan-perubahan fisiologi yang terjadi pada kematian. Akan tetapi, studi ilmiah diperlukan untuk menjawab pertanyaan,”Apakah kematian itu adalah sebuah proses atau sebuah hasil ?”. Sebagai teori yang paling kuat/kokoh diantara semua level teori, Meta-theory dalam ilmu keperawatan berfungsi mengungkapkan sebagian dari isu-isu yang ditujukan melalui proses :
1)   Klarifikasi hubungan antara ilmu keperawatan dan praktek.
2)   Mendefinisikan, mengembangkan, dan menguji teori.
3)   Menciptakan dasar ilmu dari keperawatan, dan
4)   Memeriksa dan menginterpretasikan pandangan dasar filosofi dan      hubungannya dengan keperawatan.
b.    Grand theory (level 3)
Teori keperawatan grand theory adalah paradigma umum tentang ilmu keperawatan ( Higgins & Moore,2004).  Teori ini bersifat formal, merupakan sistem teori yang bersifat abstrak dari kerangka disiplin keilmuan.
Grand theory memerlukan spesifikasi lebih lanjut dalam banyak kasus, serta pemisahan pernyataan-pernyataan teoritisnya supaya bisa diuji dan dibuktikan secara teoritis. Para ahli grand theory menyatakan rumusan-rumusan teoritis mereka pada tingkat abstraksi yang sangat umum, dan sering dijumpai kesulitan-kesulitan mengaitkan rumusan-rumusan itu dengan realitas. Sifat abstraknya ini mengakibatkan, grand theory terkadang sulit dipahami oleh perawat dan orang yang awam.
Menurut Higgins & Moore (2004), grand theory mempunyai kontribusi yang signifikan dalam keperawatan, antara lain yaitu:
1)       Memberikan batasan-batasan sehingga keperawatan dapat mempunyai identitas dalam keberadaannya.
2)        Selain itu, grand theory juga mempunyai kontribusi untuk memberikan perspektif sejarah keperawatan, keadaan waktu itu,
3)        Memberikan gambaran bagaimana para pencipta mengembangkan teori, juga filosofi mereka mendasari ilmu keperawatan, pendidikan mereka serta prespektif terhadap praktek keperawatan.
Contoh dari ilmuwan yang menemukan grand theory adalah Florence Nightingale dan temuannya merupakan grand theory pertama yang tertulis dalam perkembangan ilmu keperawatan,Martha Rogers dan Margaret Newman. Grand theory merupakan landasan dari middle range theory. Contoh: Teori self care deficit adalah middle range theory sementara self care adalah grand theory-nya.
c.    Middle range theory (level 2)
Menurut Higgins & Moore (2004) sejarah perkembangan dari middle theory termasuk baru dalam ilmu keperawatan. Sama halnya dengan grand theorymiddle-range theory menjelaskan mengenai dunia empiris dalam keperawatan, tetapi hal itu lebih spesifik dan sedikit formal dibanding  grand teory yang lebih abstrak. Middle range theory membutuhkan diskusi tentang“what it is” dan “what comes before and after in its range”.
Middle range theory memiliki kriteria, lingkup, tingkat abstraksi, dan kestabilan  penerimaan secara luas. Dalam lingkup dan tingkatan abstrak, middle range theory cukup spesifik untuk memberikan petunjuk riset dan praktek, cukup umum pada campuran populasi klinik dan mencakup fenomena yang sama. Sebagai petunjuk riset dan praktek, middle range theory lebih banyak digunakan dari pada grand theory, middle grand theory dapat diuji dalam pemikiran empiris. Contohnya adalah perspektif manusia dipandang dalam teori Roy adalah sebuah sistem yang adaptif.
d.    Micro theory (practice theory)
Micro range theory merupakan tingkatan teori yang tidak formal dan bersifat sementara dibandingkan tingkatan teori lainnya. dan sangat terbatas dalam hal waktu dan lingkup aplikasinya (Higgins & Moore 2004). Meskipun biasanya menggunakan pendekatan penilaian, para ilmuan dan praktisi selalu memberikan gambaran, mengorganisir dan melakukan test terhadap ide-ide mereka.Micro range theory memiliki dua tingkatan, yaitu higher level dan lower level.
Micro range theory pada higher level sangat dekat hubungannya dengan middle range theory,tetapi  terdiri dari satu atau dua konsep-konsep utama dan frekuensi aplikasinya dibatasi dengan sebuah kejadian. Contohnya teori yang ada hubungannya dengan perawatan luka dekubitus atau perawatan kateter.
Micro range theory pada lower level didefinisikan sebagai satu set hipotesa kerja atauproposisi. Para ilmuan dan praktisi menggunakan proposisi kerja secara sementara, menjelaskan atau melakukan test hipotesa kerja yang ada kaitannya dengan kesehatan sebagai hasil interaksi antara manusia dan lingkungan. 

Comments

Popular posts from this blog

makalah penyakit DHF (Dengue haemoragic fever)

BAB I PENDAHULUAN 1.1   Latar Belakang Demam Berdarah Dengue (DBD) atau DHF (Dengue Haemoragic Fever) adalah penyakit yang disebabkan oleh virus dengue yang tergolong Arthropod-Borne Virus, genus Flavivirus, dan family Flaviviridae. DBD ditularkan melalui gigitan nyamuk dari genus Aedes, terutama Aedes aegypti (infodatin, 2016). Penyakit DBD dapat muncul sepanjang tahun dan dapat menyerang seluruh kelompok umur. Munculnya penyakit ini berkaitan dengan kondisi lingkungan dan perilaku masyarakat (Kemenkes RI, 2016). Menurut data WHO (2014) penyakit DBD pertama kali dilaporkan di Asia Tenggara pada tahun 1954 yaitu di Filipina, selanjutnya menyebar ke berbagai Negara. Sebelum tahun 1970, hanya 9 negara yang mengalami wabah DBD, namun sekarang DBD menjadi penyakit endemik pada lebih dari 100 negara, diantaranya adalah Afrika, Amerika, Mediterania Timur, Asia Tenggara dan Pasifik Barat memiliki angka tertinggi terjadinya kasus DBD. Jumlah kasus di Amerika, Asia Tenggara,dan Pasif

implementasi keperawatan, tahap-tahap implementasi keperawatan

BAB II PEMBAHASAN A.      PENGERTIAN IMPLEMENTASI KEPERAWATAN Implementasi merupakan komponen dari proses keperawatan, adalah kategori dari prilaku keperawatan di mana tindakan yang diperlukan untuk mencapai tujuan dan hasil yang diperkirakan dari asukahan keperawatan dilakukan dan diselesaikan. Dalam teori, implementasi dari rencana asuhan keperawatan mengikuti komponen perencanaan dari proses keperawatan. Namun demikian, dibanyak lingkungan keperawatan kesehatan, implementasi mungkin dimulai secara langsung setelah pengkajian. Sebagai contoh, implementasi segera diperlukan ketika perawat mengidentifikasi kebutuhan klien yang mendesak, dalam situasi seperti henti jantung, kemtian mendadak dari orang yang dicintai, atau kehilangan rumah akibat kebakaran. Implamentasi mencakup melakukan, membantu, atau mengarahkan kinerja aktivitas kehidupan sehari-hari, memberikan arahan perawatan untuk mencapai tujuan yang berpusat pada klien, menyelia dan mengevaluasi kerja anggota staf, da