Skip to main content

Posts

Showing posts from September, 2018

kenali lebih jauh apa itu penyakit tbc? apa penyebabnya?

apa itu TBC? Tuberkulosis (TBC atau TB) merupakan suatu penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri Mikobakterium tuberkulosa. Bakteri ini merupakan bakteri basil yang sangat kuat sehingga memerlukan waktu lama untuk mengobatinya. Bakteri ini lebih sering menginfeksi organ paru-paru dibandingkan bagian lain tubuh manusia. Penyakit TBC dapat menyerang siapa saja (tua, muda, laki-laki, perempuan, miskin, atau kaya) dan dimana saja. Setiap tahunnya, Indonesia bertambah dengan seperempat juta kasus baru TBC dan sekitar 140.000 kematian terjadi setiap tahunnya disebabkan oleh TBC. Bahkan, Indonesia adalah negara ketiga terbesar dengan masalah TBC di dunia.  Survei prevalensi TBC yang dilakukan di enam propinsi pada tahun 1983-1993 menunjukkan bahwa prevalensi TBC di Indonesia berkisar antara 0,2 – 0,65%. Sedangkan menurut laporan Penanggulangan TBC Global yang dikeluarkan oleh  WHO  pada tahun 2004, angka insidensi TBC pada tahun 2002 mencapai  555.000 kasus (256 kasus/100.000 pe

pengertian eritrosit, fungsi eritrosit, struktur eritrosit, dan proses pembentukan eritrosit.

A. PENGERTIAN ERITROSIT Sel darah merah  merupakan sel yang paling sederhana yang terdapat di dalam tubuh, sel darah merah yang salah satu fungsi utamanya adalah untuk mengangkut oksigen melalui proses peredaran darah. Dalam istilah medis sel darah merah dikenal sebagai  eritrosit. Eristrosit merupakan istilah yang berasal dari bahasa Yunani, yakni  erythos  yang berarti merah dan  kytos  yang berarti selubung darah. Eritrosit merupakan bagian dari sel darah dengan jumlah terbanyak di dalam tubuh yang produksinya berbeda antara masa janin dengan masa sesudah kelahiran. Dalam beberapa minggu pertama kehidupan embrio, sel darah merah primitif yang berinti di produksi di  yolk sac.  Kemudian memasuki pertengahan trimester masa gestasi, produksi eritrosit diambil alih oleh hati (organ utama produksi eritrosit), limpa dan kelenjar limfe. Setelah itu, kira-kira selama sebulan terakhir kehamilan dan sesudah lahir, eritrosit hanya diproduksi di sumsum tulang. Sumsum tulang dari se

grand teori keperawatan, adaftasi model dalam keperawatan

GRAND TEORI KEPERAWATAN ADAPTASI MODEL   Sister Callista Roy A.     PENDAHULUAN 1.       Latar Belakang Teori Keperawatan diklasifikasikan berdasarkan tingkat keabstrakannya, dimulai dari meta theory sebagai yang paling abstrak, hingga practice theory sebagai yang lebih konkrit. Level ke tiga dari teori keperawatan adalah Grand Theory yang menegaskan fokus global dengan board perspective dari praktik keperawatan dan pandangan keperawatan yang berbeda terhadap sebuah fenomena keperawatan. Grand Theory Keperawatan dibedakan dengan Teori Filosofi Keperawatan. Filosofi bersifat abstrak yang menunjukkan keyakinan dasar disiplin keperawatan dalam memandang manusia sebagai makhluk biologis dan respon manusia dalam keadaan sehat dan sakit, serta berfokus kepada respons mereka terhadap suatu situasi. Filosofi belum dapat diaplikasikan langsung dalam praktik keperawatan, sehingga perlu dijabarkan dan dibuat dalam bentuk yang lebih konkrit (less abstrac) yang dikembangkan