Skip to main content

20 penyakit pada sistem saraf manusia, kenali lebih jauh


Sistem saraf pada manusia adalah sistem yang berfungsi menyampaikan rangsangan dari reseptor untuk direspon sistem saraf pusat serta mengatur gerak dan fungsi tubuh. Struktur fungsional sistem saraf berupa neuron (sel saraf). Manusia memiliki miliaran neuron di dalam tubuh dan semuanya saling terhubung satu sama lain membentuk jaringan saraf. Berikut adalah beberapa penyakit pada sistem saraf manusia. 
Hasil gambar untuk sistem saraf pusat

Langsung saja kita simak yang pertama:


1. Stroke
Stroke adalah kondisi yang terjadi ketika pasokan darah ke otak terganggu. Ketika pasokan darah ke otak terganggu, sel-sel otak tidak mendapatkan asupan nutrisi dan oksigen, akibatnya beberapa menit kemudian sel-sel pada sebagian area otak mati. Hal itu menyebabkan bagian tubuh yang dikendalikan oleh area otak yang sudah mati mengalami kerusakan permanen yang sangat membahayakan hidup penderita. Pasokan darah terganggu bisa karena penyumbatan yang menimbulkan stroke iskemik, bisa juga akibat pecahnya pembuluh darah yang menimbulkan stroke hemoragik.
Gejala stroke biasanya muncul tiba-tiba dan harus mendapatkan penanganan darurat agar tidak sampai merusak sel otak. Gejala stroke dapat diperingkas menjadi FAST agar mempermudah diagnosa oleh orang awam. Karena stroke harus segera ditangani setelah gejala muncul. Gejala tersebut adalah Face (wajah, yang saat tersenyum ada bagian yang tidak terangkat normal), Arms (lengan, kesulitan mengangkat dan menekuk salah satu atau kedua tangan), Speech (perkataan, tidak terdengar jelas atau bahkan tidak dapat berbicara), Time (waktu, stroke adalah keadaan darurat sehingga harus dibawa ke rumah sakit).
Penyebab stroke antara lain tekanan darah tinggi (hipertensi), diabetes mellitus, kadar kolesterol tinggi, obesitas, gangguan pembuluh darah, dan gaya hidup yang buruk. Cara mengobati stroke adalah dengan latihan untuk mempertahankan kekuatan otot seperti latihan berjalan dan berbicara. Meskipun tidak bisa sembuh sepenuhnya karena kerusakan pada otak sudah permanen.
2. Epilepsi
Epilepsi adalah kondisi yang membuat penderitanya kejang-kejang. Dalam bahasa Indonesia sering disebut ayan. Ada dua jenis epilepsi, yaitu epilepsi idiopatik dan epilepsi simptomatik. Penyebab epilepsi idiopatik tidak diketahui namun ada dugaan kaitannya dengan genetika, meskipun penelitian belum dapat membuktikannya. Sedangkan penyebab epilepsi simptomatik umumnya adalah cedera kepala parah, tumor otak, stroke, infeksi otak, kekurangan oksigen ketika dilahirkan, kecanduan minuman beralkohol, dan penyalahgunaan obat. Cara mengobati epilepsi adalah dengan mengendalikan kejang-kejang dengan terapi obat atau operasi epilepsi. Ketika gejala timbul, segera baringkan penderita dalam posisi miring dan buka rahangnya untuk membuka jalur pernapasan. Jangan menahan kejang-kejang atau memberi makan dan minum kepada penderita.
3. Radang Otak (Ensefalitis)
Ensefalitis adalah peradangan pada otak yang disebabkan oleh infeksi virus. Ensefalitis berbeda dengan meningitis (radang selaput otak). Virus yang menyebabkan radang otak antara lain virus herpeks simpleks, varicella zoster, epstein-barr, campak, rabies, dll. Penyakit ini sangat serius karena bisa menyebabkan kematian. Gejala ensefalitis umumnya mirip dengan gejala flu. Segera periksa ke dokter apabila mengalami gejala flu yang disertai dengan perubahan kondisi mental. Cara mengobati ensefalitis berbeda-beda tergantung jenis radang otaknya, namun umumnya dilakukan untuk menghentikan infeksi dan mencegah komplikasi.
4. Amnesia
Amnesia adalah kondisi yang ditandai hilang ingatan akan kenyataan, informasi, dan pengalaman. Umumnya amnesia tidak sampai membuat penderita lupa akan identitas dirinya sendiri. Penyebab amnesia adalah usia atau kecelakaan yang melibatkan benturan pada kepala. Cara mengobati amnesia adalah dengan terapi kognitif. Sel saraf pada otak tidak memiliki kemampuan memulihkan diri dengan baik sehingga cukup sulit untuk diobati.
5. Migrain
Migrain adalah nyeri kepala yang terasa berdenyut dan hanya mengenai salah satu sisi kepala sehingga seringkali disebut sakit kepala sebelah. Migrain dapat berlangsung selama beberapa jam sampai beberapa hari. Migrain dapat mengganggu fungsi tidur dan aktivitas harian. Penyebab migrain umumnya kopi, MSG, tidur berlebihan, kurang tidur, tidak makan, perubahan cuaca atau tekanan udara, stress, asap rokok, dll. Cara mengobati migrain adalah dengan istirahat atau tidur. Jika sampai mengganggu aktivitas, minum parasetamol.
6. Meningitis (Radang Selaput)
Meningitis adalah infeksi pada meninges (selaput pelindung otak dan saraf tulang belakang). Infeksi menyebabkan pembengkakan yang dapat merusak otak dan sistem saraf. Gejala umumnya adalah demam, sakit kepala, dan leher yang terasa kaku. Penyebab meningitis adalah infeksi virus, bakteri, atau jamur. Cara mengobat meningitis tergantung pada penyebabnya. Meningitis sangat berbahaya karena seringkali menyebabkan kematian.
7. Sindrom Reye
Sindrom reye adalah kondisi serius yang menyebabkan pembengkakan pada hati dan otak. Sindrom ini biasanya muncul setelah diberi aspirin ketika anak-anak menderita cacar air atau flu. Penyebab sindrom reye masih belum diketahui, meskipun mengarah pada hubungan antara infeksi virus dan penggunaan aspirin. Penyakit ini terutama menyerang anak-anak berusia 4 sampai 14 tahun, meskipun sangat langka.
8. Sakit Kepala
Sakit kepala adalah rasa sakit yang muncul di sekitar kepala. Penyakit ini adalah penyakit umum dan dapat ditangani dengan mudah seperti meminum obat pereda sakit (contoh: parasetamol), minum air, dan perbanyak istirahat. Penyebab sakit kepala umumnya adalah reseptor nyeri yang terlalu aktif di kepala yang disebabkan oleh aktivitas kimia yang terjadi di otak.
9. Polio
Polio adalah penyakit menular yang menyerang sistem saraf, khususnya pada balita yang belum melakukan vaksinasi polio. Akibatnya, otot menjadi lumpuh sehingga tidak dapat menggerakan kaki bahkan mempengaruhi kemampuan bernapas dan menelan. Tidak ada cara mengobati polio, tetapi bisa dicegah dengan memberi imunisasi polio.
10. Penyakit Parkinson
Penyakit parkinson adalah kelainan saraf yang terus memburuk setiap tahun. Umumnya penyakit parkinson dimulai dari tangan bergetar, kemudian otot kaku dan gerakan motorik melambat. Faktor penyebab penyakit parkinson adalah genetika, pencemaran lingkungan, usia, dan adanya lewy body (jumlah protein yang tidak normal pada sel saraf). Hingga saat ini belum ditemukan cara mengobati penyakit parkinson.
11. Neuritis
Neuritis adalah peradangan saraf perifer. Saraf perifer adalah saraf yang berada di luar otak dan sumsum tulang. Akibatnya, saraf perifer tidak berfungsi dengan baik. Gejala neuritis adalah otot yang melemah, masalah pendengaran, sampai masalah penglihatan. Penyebab neurititis adalah cedera, tumor, konsumsi minuman beralkohol, dan infeksi tertentu termasuk lepra. Cara mengobati neuritis adalah dengan memberi vitamin B, bedah, dan terapi medis.
12. Hidrosefalus
Hidrosefalus adalah keadaan ketika terjadi penumpukan cairan pada rongga otak yang menyebabkan ventrikel di dalam otak membesar dan menekan struktur otak dan sekitarnya. Penyebab hidrosefalus adalah adanya penyumbatan yang mencegah cairan serebrospinal mengalir normal yang merupakan cacat bawaan atau kelainan genetik. Cara mengobati hidrosefalus adalah dengan operasi untuk membuang kelebihan cairan serebrospinal pada otak.
13. Vertigo
Vertigo adalah suatu keadaan ketika penderitanya merasakan sensasi berputar secara tiba-tiba seolah-olah lingkungan di sekitarnya berputar-putar. Hal itu membuat penderita kehilangan keseimbangan. Penyebab vertigo adalah cedera pada otak. Faktor tertentu meliputi penuaan, migrain, dan beberapa jenis obat-obatan. Cara mengobati vertigo adalah dengan terapi rehabilitasi vestibular.
14. Alzheimer
Alzheimer (demensia) adalah kondisi kelainan yang ditandai dengan penurunan daya ingat, penurunan kemampuan berpikir dan berbicara, dan perubahan perilaku pada penderita. Penyakit ini merusak jaringan otak secara bertahap seiring berjalannya waktu. Penyebab alzheimer adalah adanya protein dalam darah yang disebut ApoE (apoliproprotein E). Penyakit ini tidak bisa disembuhkan, namun bisa diperlambat perkembangannya dengan obat-obatan tertentu.
15. Penyakit Huntington
Penyakit Huntington adalah penyakit turunan yang menyebabkan penurunan kemampuan sel saraf di otak secara bertahap hingga sel tersebut mati. Penyakit ini mempengaruhi gerakan tubuh, fungsi kognitif, dan perilaku penderita. Dalam istilah bahasa Inggrisnya disebut Huntington’s choreaChorea berarti “menari” dalam bahasa Yunani karena penderita sering melakukan gerakan tak terkendali seperti tarian. Gejala tersebut muncul pada usia 40 sampai 50 tahun dan dimulai sebelum usia 20 tahun. Tidak ada cara untuk mengobati penyakit Huntington, namun ada beberapa obat yang mengurangi gejala gangguan gerakan tersebut.
16. Transeksi
Transeksi adalah penyakit rusaknya salah satu segmen dari sumsum tulang belakang. Penyebab transeksi adalah kecelakaan yang mengakibatkan benturan keras. Apabila transeksi terjadi di bagian sumsum tulang belakang di dekat kepala, dapat menimbulkan kematian. Sedangkan apabila terjadi di bagian bawah, dapat menimbulkan kelumpuhan. Cara mengobati transeksi belum ditemukan.
17. Neurasthenia
Neurasthenia adalah salah satu gangguan jiwa yang ditandai dengan kelelahan fisik dan mental. Penyakit neurasthenia tidak diketahui. Banyak yang menduga faktor stres karena pekerjaan dan usia menjadi penyebabnya. Terkadang dikira sebagai depresi. Ciri-ciri neurasthenia adalah nyeri otot, pusing, sakit kepala, gangguan tidur, tidak dapat santai, dan cepat marah.
18. Kelumpuhan (Paralisis)
Paralisis adalah kelumpuhan akibat gangguan saraf motorik. Gangguan saraf motorik dapat menyebabkan hilangnya fungsi otot pada bagian tubuh. Penyakit ini bisa berlangsung sementara atau permanen. Gejala paralisis adalah bagian tertentu tubuh sulit digerakan, mati rasa, kesemutan, kesulitan bicara, kesulitan menelan, dll. Penyebab paralisis bisa datang dari stroke, sklerosis, cedera, tumor otak, dll. Cara mengatasi paralisis adalah dengan menjalankan fisioterapi.
19. Tumor Otak
Tumor otak adalah pertumbuhan sel secara abnormal pada otak. Gejala tumor otak bervariasi mulai dari pusing, kejang-kejang, mudah mengantuk, berhalusinasi, perubahan karakter, kelumpuhan, sulit bicara, gangguan pendengaran dan penglihatan, sampai gangguan keseimbangan tubuh. Penyebab tumor otak bisa dari genetika, zat kimia tertentu, infeksi virus, dan faktor lingkungan. Cara mengobat tumor otak mulai dari operasi, terapi radiasi, kemoterapi, dll.
20. Multiple Sclerosis
Sklerosis ganda adalah penyakit progresif (makin hari makin parah) akibat sistem kekebalan tubuh yang keliru sehingga menyerang selubung mielin pada saraf dalam otak dan sumsum tulang belakang. Gejala multiple sclerosis adalah gangguan penglihatan, gangguan keseimbangan, kelelahan kronis, kesemutan, mati rasa, penurunan fungsi kandung kemih, gangguan kognitif, otot kaku, dan kejang-kejang. Penyakit ini tidak dapat disembuhkan, tetapi dapat diberikan obat untuk mengurangi gejala dan memperlambat perkembangan penyakit.


Comments

Popular posts from this blog

TINGKATAN THEORY KEPERAWATAN, (META-THEORY, GRAND-THEORY, MIDDLE RANGE TEORY, MICRO THEORY)

Struktur Hirarki Ilmu Keperawatan Struktur hirarki ilmu keperawatan dibedakan atas 5 komponen dari ilmu keperawatan menurut tingkat abstraksinya. Hirarki terdiri dari komponen-komponen yang bersifat menyeluruh di dalam namun juga menjadi bagian dari yang lebih besar tersebut. Pada kasus ini   keseluruhan yang terbesar adalah Ilmu Keperawatan. Dengan demikian, setiap komponen dari ilmu keperawatan adalah keseluruhan yang utuh tetapi juga bagian dari yang terbesar. Berdasarkan figure 1 di atas 5 komponen hirarki dari ilmu keperawatan adalah metaparadigma, filosofi, model konseptual, teori, dan indikator empiris.  Seperti pada  figur 1  di  atas diperlihatkan komponen yang  paling  abstrak adalah metaparadigma dan  yang paling  konkrit adalah indikator empiris. Metaparadigma Metaparadigma didefinisikan sebagai konsep global yang mengidentifikasi fenomena dari minat sentral dari suatu disiplin, dalil global yang menggambarkan konsep, dan dalil global yang menyatakan hubungan an

makalah penyakit DHF (Dengue haemoragic fever)

BAB I PENDAHULUAN 1.1   Latar Belakang Demam Berdarah Dengue (DBD) atau DHF (Dengue Haemoragic Fever) adalah penyakit yang disebabkan oleh virus dengue yang tergolong Arthropod-Borne Virus, genus Flavivirus, dan family Flaviviridae. DBD ditularkan melalui gigitan nyamuk dari genus Aedes, terutama Aedes aegypti (infodatin, 2016). Penyakit DBD dapat muncul sepanjang tahun dan dapat menyerang seluruh kelompok umur. Munculnya penyakit ini berkaitan dengan kondisi lingkungan dan perilaku masyarakat (Kemenkes RI, 2016). Menurut data WHO (2014) penyakit DBD pertama kali dilaporkan di Asia Tenggara pada tahun 1954 yaitu di Filipina, selanjutnya menyebar ke berbagai Negara. Sebelum tahun 1970, hanya 9 negara yang mengalami wabah DBD, namun sekarang DBD menjadi penyakit endemik pada lebih dari 100 negara, diantaranya adalah Afrika, Amerika, Mediterania Timur, Asia Tenggara dan Pasifik Barat memiliki angka tertinggi terjadinya kasus DBD. Jumlah kasus di Amerika, Asia Tenggara,dan Pasif

implementasi keperawatan, tahap-tahap implementasi keperawatan

BAB II PEMBAHASAN A.      PENGERTIAN IMPLEMENTASI KEPERAWATAN Implementasi merupakan komponen dari proses keperawatan, adalah kategori dari prilaku keperawatan di mana tindakan yang diperlukan untuk mencapai tujuan dan hasil yang diperkirakan dari asukahan keperawatan dilakukan dan diselesaikan. Dalam teori, implementasi dari rencana asuhan keperawatan mengikuti komponen perencanaan dari proses keperawatan. Namun demikian, dibanyak lingkungan keperawatan kesehatan, implementasi mungkin dimulai secara langsung setelah pengkajian. Sebagai contoh, implementasi segera diperlukan ketika perawat mengidentifikasi kebutuhan klien yang mendesak, dalam situasi seperti henti jantung, kemtian mendadak dari orang yang dicintai, atau kehilangan rumah akibat kebakaran. Implamentasi mencakup melakukan, membantu, atau mengarahkan kinerja aktivitas kehidupan sehari-hari, memberikan arahan perawatan untuk mencapai tujuan yang berpusat pada klien, menyelia dan mengevaluasi kerja anggota staf, da