Skip to main content

Kenali 12 Gejala Stroke Sejak Dini

Stroke terjadi dikarenakan adanya ketidaklancaran pasokan darah ke bagian otak yang mengakibatkan otak tiba-tiba menjadi terganggu. Kurangnya aliran darah yang menuju ke otak dapat mengakibatkan suatu reaksi biokimia yang dapat mematikan sel-sel saraf otak. Hal tersebut dapat mengakibatkan hilangnya fungsi yang biasanya dikendalikan oleh jaringan itu sendiri.

Apabila seseorang yang terserang stroke dapat terselamatkan, terkadang penderita tersebut dapat mengalami kelumpuhan, hilangnya kemampuan untuk berbicara, atau hilangnya sebagian ingatan. Penyakit stroke dapat terjadi dikarenakan adanya cabang pembuluh darah yang terhambat oleh emboli. Emboli tersebut dapat berupa udara ataupun kolesterol. Berikut gejala stroke.




Gejala Stroke
Gejala stroke

  1. Pandangan menjadi kabur
  2. Stroke dapat membuat pandangan mata penderita menjadi kabur atau bahkan hilang. Namun, gejala stroke yang satu ini sering diabaikan oleh banyak penderita stroke serta tidak menganggap hal tersebut sebagai indikasi stroke.

  3. Sulit dimengerti bahasa yang diucapkan
  4. Hal seperti ini dapat terjadi dan disebut juga sebagai gangguan bahasa atau afasia disorder. Penderita stroke seringkali menggunakan bahasa yang sulit dipahami oleh pendengarnya atau menggunakan bahasa yang berbeda dari hari-hari sebelumnya.

  5. Sakit kepala
  6. Sakit kepala yang secara tiba-tiba menyerang dan sangat menyakitkan. Jangan anggap sakit kepala tersebut hanyalah sakit kepala biasa, bisa jadi itu merupakan salah satu gejala stroke.

  7. Hilang keseimbangan
  8. Jika merasa pusing, mual, serta sulit berjalan, kebanyakan orang mungkin berpikir sedang dalam keadaan mabuk. Namun pusing yang terjadi tiba-tiba itu sebenarnya adalah salah satu indikasi gejala stroke.
    5. Lengan atau kaki menjadi lemas
    Hal ini merupakan salah satu gejala stroke yang ditandai dengan lengan ataupun kaki tiba-tiba merasa lemas dan mati rasa. Cobalah untuk mengangkat kedua tangan secara sejajar dengan posisi telapak tangan Anda menghadap ke atas selama kurang lebih 10 detik. Apabila salah satu lengan Anda terjatuh, bisa jadi otot tersebut mengalami pelemahan yang merupakan salah satu gejala stroke. Untuk memperkuat otot lengan Anda, Anda dapat melakukan push up.
    6. Nyeri
    Gejala stroke yang satu ini pada dasarnya bukan gejala yang selalu muncul pada penderita stroke. Namun, Anda harus waspada apabila nyeri muncul pada bagian lengan, kaki, ataupun setengah bagian dada atau wajah.
    7. Enggan mengambil barang yang jauh
    Mungkin gejala yang satu ini tergolong biasa saja, namun hal ini terjadi karena syaraf tubuh sudah tidak lagi normal dan menganggapnya semua bidang tersebut adalah datar.
    8. Kelelahan
    Meski sedang tidak melakukan aktivitas berat, kelelahan dapat terjadi. Hal ini karena penderita stroke menunjukkan gejala lelah yang berlebihan serta perubahan mental.
    9. Ekspresi wajah
    Ekspresi wajah yang mengalami pelemahan dapat menandakan salah satu gejala stroke. Biasanya ahli medis meminta pasienya untuk tersenyum sambil menunjukkan gigi. Apabila tidak ada gerakan, artinya terkena stroke.
    10. Cegukan
    Cegukan mungkin sering terjadi pada diri Anda. Namun, jangan terlebih dahulu Anda menyangkutkan bahwa cegukan yang Anda alami adalah salah satu gejala stroke. Sebab stroke dapat memengaruhi fungsi kinerja otak yang mengurus pernapasan, khususnya pada perempuan
    11. Kehabisan nafas
    Sulit bernapas meski tidak sedang berlari ataupun sedang melakukan aktivitas fisik? Jika iya, bisa jadi hal tersebut menjadi gejala stroke yang harus diwaspadai.
    12. Sulit berhitung
    Penderita stroke tidak dapat berpikir secara logika serta susah dalam mengurutkan angka. Hal ini dapat membuat penderita stroke sulit dalam berhitung walaupun dari hitungan yang sederhana saja.
Itulah 12 gejala stroke yang harus diwaspadai. Stroke dapat sewaktu-waktu menyerang Anda, jaga tubuh Anda. Apabila gejala-gejala tersebut sedang Anda alami, periksakan ke dokter sekarang juga.

Comments

Popular posts from this blog

TINGKATAN THEORY KEPERAWATAN, (META-THEORY, GRAND-THEORY, MIDDLE RANGE TEORY, MICRO THEORY)

Struktur Hirarki Ilmu Keperawatan Struktur hirarki ilmu keperawatan dibedakan atas 5 komponen dari ilmu keperawatan menurut tingkat abstraksinya. Hirarki terdiri dari komponen-komponen yang bersifat menyeluruh di dalam namun juga menjadi bagian dari yang lebih besar tersebut. Pada kasus ini   keseluruhan yang terbesar adalah Ilmu Keperawatan. Dengan demikian, setiap komponen dari ilmu keperawatan adalah keseluruhan yang utuh tetapi juga bagian dari yang terbesar. Berdasarkan figure 1 di atas 5 komponen hirarki dari ilmu keperawatan adalah metaparadigma, filosofi, model konseptual, teori, dan indikator empiris.  Seperti pada  figur 1  di  atas diperlihatkan komponen yang  paling  abstrak adalah metaparadigma dan  yang paling  konkrit adalah indikator empiris. Metaparadigma Metaparadigma didefinisikan sebagai konsep global yang mengidentifikasi fenomena dari minat sentral dari suatu disiplin, dalil global yang menggambarkan konsep, dan dalil global yang menyatakan hubungan an

makalah penyakit DHF (Dengue haemoragic fever)

BAB I PENDAHULUAN 1.1   Latar Belakang Demam Berdarah Dengue (DBD) atau DHF (Dengue Haemoragic Fever) adalah penyakit yang disebabkan oleh virus dengue yang tergolong Arthropod-Borne Virus, genus Flavivirus, dan family Flaviviridae. DBD ditularkan melalui gigitan nyamuk dari genus Aedes, terutama Aedes aegypti (infodatin, 2016). Penyakit DBD dapat muncul sepanjang tahun dan dapat menyerang seluruh kelompok umur. Munculnya penyakit ini berkaitan dengan kondisi lingkungan dan perilaku masyarakat (Kemenkes RI, 2016). Menurut data WHO (2014) penyakit DBD pertama kali dilaporkan di Asia Tenggara pada tahun 1954 yaitu di Filipina, selanjutnya menyebar ke berbagai Negara. Sebelum tahun 1970, hanya 9 negara yang mengalami wabah DBD, namun sekarang DBD menjadi penyakit endemik pada lebih dari 100 negara, diantaranya adalah Afrika, Amerika, Mediterania Timur, Asia Tenggara dan Pasifik Barat memiliki angka tertinggi terjadinya kasus DBD. Jumlah kasus di Amerika, Asia Tenggara,dan Pasif

implementasi keperawatan, tahap-tahap implementasi keperawatan

BAB II PEMBAHASAN A.      PENGERTIAN IMPLEMENTASI KEPERAWATAN Implementasi merupakan komponen dari proses keperawatan, adalah kategori dari prilaku keperawatan di mana tindakan yang diperlukan untuk mencapai tujuan dan hasil yang diperkirakan dari asukahan keperawatan dilakukan dan diselesaikan. Dalam teori, implementasi dari rencana asuhan keperawatan mengikuti komponen perencanaan dari proses keperawatan. Namun demikian, dibanyak lingkungan keperawatan kesehatan, implementasi mungkin dimulai secara langsung setelah pengkajian. Sebagai contoh, implementasi segera diperlukan ketika perawat mengidentifikasi kebutuhan klien yang mendesak, dalam situasi seperti henti jantung, kemtian mendadak dari orang yang dicintai, atau kehilangan rumah akibat kebakaran. Implamentasi mencakup melakukan, membantu, atau mengarahkan kinerja aktivitas kehidupan sehari-hari, memberikan arahan perawatan untuk mencapai tujuan yang berpusat pada klien, menyelia dan mengevaluasi kerja anggota staf, da