Skip to main content

manfaat jagung yang sangat mengagumkan.

Selain lezat untuk disantap, jagung juga ternyata memiliki kandungan manfaat yang sangat baik untuk tubuh. Dikutip dari Boldsky, berikut manfaat dari jagung yang baik untuk kesehatan tubuh Anda.

1. Meningkatkan kesehatan jantung
Kandungan antioksidan pada jagung benar-benar meningkat saat dimasak dan antioksidan sehat ini dapat menjaga kesehatan jantung kita.

2. Meningkatkan kemampuan pengelihatan
Karena mengandung lutein, jagung, terutama jagung manis memiliki kemampuan untuk memperkuat saraf optik dan memperbaiki penglihatan kita.

3. Meningkatkan energi
Jagung kaya akan karbohidrat sehat yang tidak menambah berat badan bagi tubuh Anda, namun justru membantu meningkatkan kadar energi Anda.

4. Mengurangi sembelit
Karena jagung kaya akan kandungan serat, ini membantu melancarkan buang air besar dan memperbaiki pergerakan usus untuk mengurangi sembelit.

5. Antikanker
Banyak penelitian menunjukkan bahwa jagung mengandung fitonutrien yang memiliki kemampuan untuk melawan sel penyebab kanker dalam tubuh manusia.

6. Membantu menurunkan berat badan
Jagung sangat rendah kandungan kalori dan sukrosa, jadi ini adalah kudapan sehat bagi orang yang ingin menurunkan berat badan.

7. Sehat untuk bakteri usus
Jagung memiliki kemampuan untuk meningkatkan produksi bakteri sehat di usus Anda, sehingga membantu pencernaan yang sehat.

8. Bebas gluten
Banyak orang menderita intoleransi gluten, jadi jagung bisa menjadi pengganti yang sangat baik untuk pengganti gandum.

Comments

Popular posts from this blog

TINGKATAN THEORY KEPERAWATAN, (META-THEORY, GRAND-THEORY, MIDDLE RANGE TEORY, MICRO THEORY)

Struktur Hirarki Ilmu Keperawatan Struktur hirarki ilmu keperawatan dibedakan atas 5 komponen dari ilmu keperawatan menurut tingkat abstraksinya. Hirarki terdiri dari komponen-komponen yang bersifat menyeluruh di dalam namun juga menjadi bagian dari yang lebih besar tersebut. Pada kasus ini   keseluruhan yang terbesar adalah Ilmu Keperawatan. Dengan demikian, setiap komponen dari ilmu keperawatan adalah keseluruhan yang utuh tetapi juga bagian dari yang terbesar. Berdasarkan figure 1 di atas 5 komponen hirarki dari ilmu keperawatan adalah metaparadigma, filosofi, model konseptual, teori, dan indikator empiris.  Seperti pada  figur 1  di  atas diperlihatkan komponen yang  paling  abstrak adalah metaparadigma dan  yang paling  konkrit adalah indikator empiris. Metaparadigma Metaparadigma didefinisikan sebagai konsep global yang mengidentifikasi fenomena dari minat sentral dari suatu disiplin, dalil global yang menggambarkan konsep, dan dalil global yang menyatakan hubungan an

makalah penyakit DHF (Dengue haemoragic fever)

BAB I PENDAHULUAN 1.1   Latar Belakang Demam Berdarah Dengue (DBD) atau DHF (Dengue Haemoragic Fever) adalah penyakit yang disebabkan oleh virus dengue yang tergolong Arthropod-Borne Virus, genus Flavivirus, dan family Flaviviridae. DBD ditularkan melalui gigitan nyamuk dari genus Aedes, terutama Aedes aegypti (infodatin, 2016). Penyakit DBD dapat muncul sepanjang tahun dan dapat menyerang seluruh kelompok umur. Munculnya penyakit ini berkaitan dengan kondisi lingkungan dan perilaku masyarakat (Kemenkes RI, 2016). Menurut data WHO (2014) penyakit DBD pertama kali dilaporkan di Asia Tenggara pada tahun 1954 yaitu di Filipina, selanjutnya menyebar ke berbagai Negara. Sebelum tahun 1970, hanya 9 negara yang mengalami wabah DBD, namun sekarang DBD menjadi penyakit endemik pada lebih dari 100 negara, diantaranya adalah Afrika, Amerika, Mediterania Timur, Asia Tenggara dan Pasifik Barat memiliki angka tertinggi terjadinya kasus DBD. Jumlah kasus di Amerika, Asia Tenggara,dan Pasif

implementasi keperawatan, tahap-tahap implementasi keperawatan

BAB II PEMBAHASAN A.      PENGERTIAN IMPLEMENTASI KEPERAWATAN Implementasi merupakan komponen dari proses keperawatan, adalah kategori dari prilaku keperawatan di mana tindakan yang diperlukan untuk mencapai tujuan dan hasil yang diperkirakan dari asukahan keperawatan dilakukan dan diselesaikan. Dalam teori, implementasi dari rencana asuhan keperawatan mengikuti komponen perencanaan dari proses keperawatan. Namun demikian, dibanyak lingkungan keperawatan kesehatan, implementasi mungkin dimulai secara langsung setelah pengkajian. Sebagai contoh, implementasi segera diperlukan ketika perawat mengidentifikasi kebutuhan klien yang mendesak, dalam situasi seperti henti jantung, kemtian mendadak dari orang yang dicintai, atau kehilangan rumah akibat kebakaran. Implamentasi mencakup melakukan, membantu, atau mengarahkan kinerja aktivitas kehidupan sehari-hari, memberikan arahan perawatan untuk mencapai tujuan yang berpusat pada klien, menyelia dan mengevaluasi kerja anggota staf, da